Samsungbola

Dibanjiri Ribuan Pujian! Wanita ini Sebut Pejuang Sejati Yang Disia-Siakan Itu Bernama Basuki Tjahaja Purnama.

IDNNKRI.COM –  Tanggal 15 sampai 18 Agustus barusan, aku mendapat kesempatan datang ke Jakarta menghadiri acara Seword (Penyerahan Award Pemenang Lomba Menulis Pencapaian Jokowi) dan dilanjutkan dengan jalan-jalan pribadi.

Memang sudah niatku sejak awal ingin mengunjungi tempat-tempat yang berbau Ahok. Sosok fenomenal yang sangat berpengaruh pada hidupku. Jika ditarik benang merahnya, awal aku bisa bergabung di Seword ya gara-gara Ahok. Lewat itu semua aku bisa bertemu dengan banyak orang yang sangat luar biasa yang sangat menginspirasi.

Tanggal 17 Agustus siang aku datang mengunjungi Balai Kota. Ternyata saat itu Balai Kota sedang ditutup untuk umum karena ada pemasangan dan pengaturan segala sesuatunya untuk acara Malam Budaya Dan Tasyakuran Kemerdekaan RI 17 Agustus malam.

Jelas aku kecewa. Aku ingin sekali berfoto ria di tempat Ahok dulu menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja mengabdi untuk rakyat DKI Jakarta.

Satpam yang berjaga didepan tersentuh juga melihat kekecewaanku saat itu. Dia mengijinkan aku mengambil foto di bagian depan Balai Kota. Yang penting ada fotonya buat kenang-kenangan.

Akhirnya akupun mengambil beberapa foto di teras depan tempat Ahok biasa menerima keluhan dan pengaduan dari masyarakat. Aku juga berfoto di lapangan upacara dan beberapa tempat lainnya di depan gedung Balai Kota.

Saat itulah Tuhan pertemukan aku dengan seorang pegawai Balai Kota yang sedang memakai baju dinas resmi. Saat itu kami berkenalan, tapi jujur aku lupa siapa namanya. Maafkan saya ya Pak. Hehehe..

Kami juga bertukar cerita tentang sosok Ahok. Di mata beliau, Ahok adalah seorang pekerja keras yang sangat berkomitmen, baik dan bersahaja. Sayang sekali nasib membawanya jadi pesakitan di penjara sana. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Yang jelas Ahok memang harus mengikuti semua aturan dan hukum yang ada di negara ini. Demikianlah kurang lebihnya pembicaraan kami saat itu.

Saat Bapak itu tahu aku jauh-jauh datang dari Bali, tanpa aku minta beliau menawarkan aku untuk masuk sampai ke Balai Agung. Tentu saja aku langsung mau dan kalap berfoto sampai puas tanpa harus antre dan berjubel dengan banyak orang. Puji Tuhan. Yang namanya rejeki memang takkan kemana.

Yang jelas, kesanku terhadap pegawai Balai Kota adalah mereka ramah. Mulai Satpam yang berjaga di depan, sampai pegawai yang bertugas di dalam semuanya baik dan ramah. Itulah yang aku rasakan dan alami sendiri disana. Pertahankan dan lanjutkan. Layani masyarakat dengan sungguh-sungguh seperti yang sudah diteladankan oleh Pak Ahok dan Pak Djarot.

Aku dan temanku yang mengantarku saat itu menjelajah kesana kemari dengan gembira. Ada beberapa ruangan yang dikunci karena berisi dokumen penting negara sehingga tidak bisa dibuka untuk umum. It’s oke. Never mind. Yang penting masih berbau-bau Ahok saya suka….. saya suka….. saya sukaaaaaa…….

Setelah puas di Balai Kota, aku mengunjungi RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Kalijodo. Entah mengapa hatiku sedih sesampainya disini. Campur aduk rasanya. Aku langsung teringat akan Ahok yang sedang di penjara saat ini. Aku menangis di Kalijodo untuk beberapa saat. Dan itu airmataku yang tertumpah kesekian kalinya untuk Ahok.

Kalijodo saat itu sangat ramai. Banyak pengunjung yang hadir bermain dan bergembira disana. Laki-laki, perempuan, tua, muda sampai anak-anak semuanya larut dalam kegembiraan menikmati hiburan dan fasilitas gratis berstandart internasional yang digagas oleh Ahok.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*