Samsungbola

Memalukan!!! Fahri Hamzah Sebut Yang Bikin Ribut di Indonesia Hanya KPK

IDNNKRI.NET –  Di Indonesia, ada beberapa orang yang pernyataan dari mulutnya jangan terlalu di fikirkan. Karena selain tidak terlalu penting, juga bisa menimbulkan efek stres bagi yang benar-benar menanggapinya. Salah satu orang yang saya maksud adalah Fahri Hamzah. Wakil ketua DPR yang sampai saat ini tidak tahu kerja nyatanya apa tapi wajahnya selalu nampang di berbagai media.

Fahri Hamzah ini telah beberapa kali di bully netizen gara-gara pernyataannya yang kontroversi. Salah satunya saat beliau menulis cuitan seperti ini : “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela…”

Lihatkan bagaimana pola fikir seorang wakil ketua DPR yang terhormat? Menyebut anak bangsa yang bekerja di luar negeri secara terhormat dengan sebutan babu. Jadi wajar saja kalau beliau jadi bulan-bulanan di dunia maya. Dan sangat wajar juga kalau ada yang mengatakan Fahri Hamzah ini kebalikan dari Detektif Conan. Kalau Detektif Conan, orang dewasa yang terjebak dalam tubuh anak-anak. Sedangkan Fahri Hamzah ini anak-anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.

Tidak cukup sampai di situ, kali ini Fahri Hamzah kembali mengeluarkan pernyataan yang saya rasa akan membuat beliau kembali menjadi bulan-bulanan netizen. Pernyataannya kali ini terkait permintaan Presiden Joko Widodo supaya lembaga dan pemerintahan tidak gaduh.

Saya dan juga masyarakat yang lain mengerti maksud dari permintaan presiden tersebut. Tidak lain tidak bukan supaya lembaga dan pemerintahan bisa tetap fokus bekerja sebagaimana mestinya. Bukan malah ribut melulu. Apalagi kalau ribut nya di konsumsi oleh publik. Inikan tidak bagus. Lembaga dan pemerintahan yang seharusnya bekerja untuk orang banyak malah saling ribut antar mereka sendiri.

Perubahan itu bisa terjadi kalau semua lembaga dan pemerintahan bekerja sama. Karena pada dasarnya mereka ini saling membutuhkan. Jadi memang sudah seharusnya saling bahu membahu.

Tapi sayang, permintaan Presiden Jokowi Widodo tersebut di salah artikan sama Fahri Hamzah. Fahri Hamzah malah menyarankan agar permintaan presiden Jokowi tersebut sebaiknya ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Menurut hasil pantauan Fahri Hamzah yang kita sendiri tidak tahu berapa persen tingkat keakuratannya, lembaga anti-rasuah tersebut selalu membuat gaduh.

“Pak Presiden bilangnya kemana-kemana, jangan ribut, jangan ribut. Coba bikin statistik, yang bikin ribut di Indonesia cuma satu, cuma KPK. Yang lain kan enggak bikin ribut. Diem aja. Ini semuakan karena KPK,” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017)

Hahaha. Sampai disini saya jadi pengen ngakak sendiri membaca pernyataan si Fahri. Saya sih oke-oke saja kalau beliau mau memberikan pernyataan sekali gus solusi kepada Presiden Jokowi. Tapi solusi beliau ini benar-benar konyol. Tidak sesuai dengan kenyataan.

KPK bukan bikin ribut tapi segelintir oknum yang posisi nya terancam yang suka bikin ribut. Kan begitu kenyataannya. Coba tanya dengan masyarakat banyak, pasti mereka akan menjawab “Perasaan KPK santai aja tuh.. yang gaduh justru yang bermasalah dan yang akan jadi masalah”.

Misalnya kasus Setya Novanto kemaren, KPK santai saja menetapkan SetNov sebagai tersangka karena mereka sudah mengantongi bukti-bukti keterlibatan SetNov. Tapi semua jadi ribut setelah di praperadilan, status tersangka SetNov digugurkan. Bukan KPK yang bikin ribut tapi masyarakat terutama didunia maya yang jadi ribut dengan mempertanyakan keadilan hukum di Negara kita ini.

Tapi kalau Fahri Hamzah mengatakan KPK suka bikin ribut, masyarakat juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Walau pun lembaga ini tidak selamanya benar tapi setidaknya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini masih tinggi dan masyarakat juga bisa menilai kinerja KPK.

Kalau disuruh memilih antara DPR dan KPK, sudah pasti masyarakat lebih memilih KPK. Mereka sudah pasti lebih memilih lembaga yang “ribut” karena bekerja dari pada lembaga yang cuma diam. Diam-diam anggotanya mengembat uang rakyat.

Fahri Hamzah inikan wakil rakyat, cobalah sekali-kali membuat pernyataan yang membela kepentingan rakyat. Bukan pernyataan yang kontroversi dan ujung-ujungnya habis kena bully.

Begitulah kura-kura.

Di Indonesia, ada beberapa orang yang pernyataan dari mulutnya jangan terlalu di fikirkan. Karena selain tidak terlalu penting, juga bisa menimbulkan efek stres bagi yang benar-benar menanggapinya. Salah satu orang yang saya maksud adalah Fahri Hamzah. Wakil ketua DPR yang sampai saat ini tidak tahu kerja nyatanya apa tapi wajahnya selalu nampang di berbagai media.

Fahri Hamzah ini telah beberapa kali di bully netizen gara-gara pernyataannya yang kontroversi. Salah satunya saat beliau menulis cuitan seperti ini : “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela…”

Lihatkan bagaimana pola fikir seorang wakil ketua DPR yang terhormat? Menyebut anak bangsa yang bekerja di luar negeri secara terhormat dengan sebutan babu. Jadi wajar saja kalau beliau jadi bulan-bulanan di dunia maya. Dan sangat wajar juga kalau ada yang mengatakan Fahri Hamzah ini kebalikan dari Detektif Conan. Kalau Detektif Conan, orang dewasa yang terjebak dalam tubuh anak-anak. Sedangkan Fahri Hamzah ini anak-anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.

Tidak cukup sampai di situ, kali ini Fahri Hamzah kembali mengeluarkan pernyataan yang saya rasa akan membuat beliau kembali menjadi bulan-bulanan netizen. Pernyataannya kali ini terkait permintaan Presiden Joko Widodo supaya lembaga dan pemerintahan tidak gaduh.

Saya dan juga masyarakat yang lain mengerti maksud dari permintaan presiden tersebut. Tidak lain tidak bukan supaya lembaga dan pemerintahan bisa tetap fokus bekerja sebagaimana mestinya. Bukan malah ribut melulu. Apalagi kalau ribut nya di konsumsi oleh publik. Inikan tidak bagus. Lembaga dan pemerintahan yang seharusnya bekerja untuk orang banyak malah saling ribut antar mereka sendiri.

Perubahan itu bisa terjadi kalau semua lembaga dan pemerintahan bekerja sama. Karena pada dasarnya mereka ini saling membutuhkan. Jadi memang sudah seharusnya saling bahu membahu.

Tapi sayang, permintaan Presiden Jokowi Widodo tersebut di salah artikan sama Fahri Hamzah. Fahri Hamzah malah menyarankan agar permintaan presiden Jokowi tersebut sebaiknya ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Menurut hasil pantauan Fahri Hamzah yang kita sendiri tidak tahu berapa persen tingkat keakuratannya, lembaga anti-rasuah tersebut selalu membuat gaduh.

“Pak Presiden bilangnya kemana-kemana, jangan ribut, jangan ribut. Coba bikin statistik, yang bikin ribut di Indonesia cuma satu, cuma KPK. Yang lain kan enggak bikin ribut. Diem aja. Ini semuakan karena KPK,” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017)

Hahaha. Sampai disini saya jadi pengen ngakak sendiri membaca pernyataan si Fahri. Saya sih oke-oke saja kalau beliau mau memberikan pernyataan sekali gus solusi kepada Presiden Jokowi. Tapi solusi beliau ini benar-benar konyol. Tidak sesuai dengan kenyataan.

KPK bukan bikin ribut tapi segelintir oknum yang posisi nya terancam yang suka bikin ribut. Kan begitu kenyataannya. Coba tanya dengan masyarakat banyak, pasti mereka akan menjawab “Perasaan KPK santai aja tuh.. yang gaduh justru yang bermasalah dan yang akan jadi masalah”.

Misalnya kasus Setya Novanto kemaren, KPK santai saja menetapkan SetNov sebagai tersangka karena mereka sudah mengantongi bukti-bukti keterlibatan SetNov. Tapi semua jadi ribut setelah di praperadilan, status tersangka SetNov digugurkan. Bukan KPK yang bikin ribut tapi masyarakat terutama didunia maya yang jadi ribut dengan mempertanyakan keadilan hukum di Negara kita ini.

Tapi kalau Fahri Hamzah mengatakan KPK suka bikin ribut, masyarakat juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Walau pun lembaga ini tidak selamanya benar tapi setidaknya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini masih tinggi dan masyarakat juga bisa menilai kinerja KPK.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*